Selamat datang akhirnya
Kau kini tiba di hadapanku
Mendekati aku sekian lama
Dekaplah aku kini
Erat
Ku tahu telah lama kaurindukan aku
Kau lihatlah sekujur hatiku berdarah
Bawalah aku dalam keheningan
yang mendalam
Pada rumahmu
yang sering kusinggahi
Membalut luka-luka
Lalu pergi tanpa pamit
Tapi pada akhirnya kau temukan aku
Tatkala kau lihat cercah-cercah darah
Di tapak-tapak jalanku
Aku pasrah dalam dekapmu kini
Selamat Datang, Sayang!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Daftar Tulisan
-
Sejak terbit pertama kali pada bulan September 2005 silam, Novel Laskar Pelangi (Tetralogi) yang ditulis oleh Andrea Hirata telah terjual le...
-
“Berikanlah aku kondisi masa kini, maka aku akan dapat menentukan masa depan,” kata seorang ilmuwan matematika sekaligus seorang filsuf: Got...
-
Nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku waktu aku masih kecil dulu bukanlah nama yang kupakai sekarang. Tapi karena saya sering sakit-sak...
-
Namanya Profesor Nelson Tansu, pria kelahiran Medan, dengan usianya yang masih sangat muda, telah menjadi profesor (ketika itu profesor term...
-
Sebuah rasa yang tidak nyaman, yang sulit diurai musababnya kadang-kadang adalah tanda-tanda yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Tanda-tanda ...
-
Kawan yang lagi nyasar di blog ini, pernahkan memerhatikan toolbar apa saja yang mejeng di browser Anda? Coba alihkan beberapa detik perhati...
3 komentar:
Kayaknya hobby bikin puisi nih...
terus berkarya mas...
Baru belajar teman... Thanks.
putaran angin malam dingin
sementara aku numpang mampir :)
Posting Komentar