12 Desember 2008

Blog dan Tanggung Jawab Moral

“Kawan, blogmu sudah sangat bagus. Kini saatnya saya mencabut status saya sebagai admin blogmu”

Demikian Kawan saya menuliskan comment-nya di shoutbox saya tempo hari. Tiba-tiba aku terenyuh membacanya. Entah kenapa, dan lahirlah tulisan ini yang baru kini dapat kuposting. Tulisan tentang awal mulanya aku ngeblog dan siapa yang mengajariku hingga akhirnya blog saya seperti sekarang ini.

Aku mengenal blog pertama kali darinya, dari kawan saya itu, Syarif, hampir setahun yang lalu. Dia menunjukkan kepada saya alamat blognya yang dapat dikunjungi di alamat ini. Pertama kali membaca blognya dan membaca tulisan-tulisan pengalaman sehari-harinya yang tersaji dengan bahasa yang lugas saya langsung tergugah ingin memiliki blog. Tetapi perasaan tergugah saja tidak cukup bagiku untuk bisa memiliki blog, sebab keinginan itu kemudian timbul tenggelam. Kata teman-teman saya, panas-panas tahi ayam. Bukan apa-apa, mendengar kata tentang edit mengedit bahasa html, saya jadi membayangkan sesuatu yang rumit. Yang namanya bahasa komputer pasti ada kesulitan tertentu mempelajarinya. Namun Syarif tak sekedar menggugah keinginan saya belaka. Dia juga menyuntikkan semangat dengan dosis tertentu kepada saya untuk segera membangun blog.

Aku ingat waktu itu, larut malam tiba di Makassar berdua dari Bulukumba, kampung halamannya. Syarif masih semangat mencari warnet yang buka untuk segera menunjukkan kepada saya bagaimana membuat blog. Sayang, di pukul 01.00 dini hari itu sudah sulit menemukan warnet yang masih buka. Barangkali masih ada, namun kelelahan telah menyergap kami sebelum akhirnya menemukannya. Maka tertundalah proyek membuat blog. Aku lantas melupakan keinginanku yang hangat-hangat tahi ayam itu. Tapi Syarif tidak!

Awal tahun 2008, sekonyong-konyong Syarif mengirimiku pesan singkat berupa undangan untuk berjalan-jalan ke tempatnya bekerja di Pare-pare. Waktu itu Syarif masih bekerja sebagai staf di Sistem Sekolah Cerdas Indonesia di samping sebagai seorang PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Pare-pare. Tempat kerja Syarif di SSCI adalah tempat yang pas untuk belajar bikin blog sebab di tempat itu akses internet cukup cepat. Apalagi setelah lepas waktu kerja. Kusambut baik undangan itu, sekaligus bersilaturrahim dengannya. Maka bersama Ikhsan, seorang teman karib lainnya, saya berkunjung ke tempat Syarif di SSCI Pare-pare.

Dua hari satu malam di Pare-pare, di bawah bimbingan kawan Syarif, lahirlah blog ini. Awalnya bernama Catatan Keresahan. Tampilannya mirip dengan milik Syarif. Kemiripan ini setidaknya adalah pembenaran atas teori pencitraan yang dikenal dalam psikologi belajar. Seorang murid awalnya akan mencitra dirinya sesuai dengan gurunya. Maka template blog Guru saya Syarif, saya adopsi di blog saya Catatan Keresahan dengan penyesuaian-penyesuaian sekadarnya.

“Kita tidak becus membalas jasa guru jika selamanya kita menjadi murid”, Kata Nietzche.

Sekitar bulan September kemarin, saya mengubah template blog ini. Mengadopsi template dari Plantillas blogger Aborregate dan lepas dari templat guru saya. Meskipun saya tidak pernah dapat mengajari Guru Blog saya dalam hal blogging, saya berharap metamorfosa ini merupakan salah satu jalan balas jasa saya kepada guru saya secara lebih becus.

Nama Catatan Keresahan karena mengandung konotasi negatif menurut saya, keadaan yang senantiasa resah, juga saya ubah menjadi Catatan Kontemplasi. Esensinya tetap sama, tetapi dengan nama ini saya berhasrat dapat mengisi blog saya dengan konten-konten hasil permenungan yang memiliki semangat positif. Perubahan ini tidak lepas dari masukan Bang Ishaq, seorang senior saya, sahabat, kakak, guru, sekaligus partner, yang saya tulari virus blogging. Meskipun belakangan membangun blog dari saya, tapi kemajuan blognya jauh melebihi saya. Nampaknya dia lebih menjiwai ungkapan Nietzche di atas. Anda dapat mengunjungi blognya di sini sekaligus menyerap ilmu yang tersaji dalam konten blognya.

Sesungguhnya, blog ini juga tidak lepas dari seorang guru lain, Kang Rohman. Kawan pembaca mungkin tidak asing lagi dengan nama pengelola blog yang alamat blognya dapat dikunjungi di sini. Saya adalah murid tidak resminya karena Kang Rohman tidak pernah tahu bahwa saya banyak menyerap ilmu dari situsnya. Kadang kala saya masuk ke situsnya dan mengajukan pertanyaan di shoutbox-nya sekaligus menyatakan diri sebagai muridnya, namun pertanyaan itu hanya menggema di ruang shoutbox itu lalu hilang ditelan puluhan pertanyaan lain dari murid-murid resminya. Kubayangkan diriku sebagai seorang anak kecil yang melongok-longok dari balik jendela ruang kelasnya. Mencuri dengar pelajaran yang disampaikan Sang Guru di tengah murid-muridnya di ruang kelas. Pertanyaan yang ingin kusampaikan hanya menggema dalam hati saja, sebab saya adalah murid tak resmi yang hanya mendengar dari balik jendela kelas. Tetapi tetap saja dia adalah guru bagi saya, dan template yang dibuatnya, magazine template, saya adopsi di blog saya yang lain yang sedang saya kelola, Amateur-Phyisics.

Nah, Kawan… membaca tulisan ini sampai di sini, Anda mungkin akan bertanya dimanakah hubungan antara judul tulisan ini dengan isi tulisannya?

Maafkan Kawan sebab tulisan ini sebenarnya masih panjang. Kelak saya akan menyambungnya. Untuk sementara tulisan ini sebenarnya adalah balasan komentar buat kawan saya Syarif nun di Pare-pare sana serta dedikasi buat para konstributor lain blog ini baik secara langsung maupun tak langsung.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

wah ternyata anda seorang yang gigih juga ya...salut nih

Anonim mengatakan...

Terlepas dari SSCI, saya sudah sulit mengakses internet kawan. Dan baru hari ini aku baca tulisan ini. Ternyata sudah basi baru kemudian kawanmu datang untuk membacanya. Sekedar info, SSCI benar2 telah mati, internetnya sudah tidak ada. Jadi aku hanya akses internet di sekolah yang alhamduillah dapat bantuan dari DEPDIKNAS berupa Unlimited Speedy. Sayangnya, hanya bisa akses pada jam sekolah dan malas untuk datang ke sekolah di luar jadwal. Sementara jam mengajar juga banyak. Jadilah kawanmu seperti ini, stagnasi menimpaku kawan

Unknown mengatakan...

Good good good! Ternyata oM-ku yang satu ini baik juga... Ngomong2 buat k'syarif, bisa donk ngajarin aku untuk mengelola blog. Swear! Kaget banget lihat blognya AMY (A.Mhomank Yusuf maksudnya!) rame banget. Kepengen seperti itu juga, bandingin aja sama blogku yang polos bin sederhana. Maklumin aja, susah banget kalau dari hp. Hehehehe.

Daftar Tulisan