Kawan, kamu tentu bangga
telah ujian meja, yudisium dan tinggal tunggu wisuda
Ijazah tinggal diurus, kau sudah jadi sarjana
Hak menyandang gelar:
Sarjana Pendidikan
Kawan,
Kamu tentu belum lupa
Jalan panjang menuju wisuda
Dibasuh peluh orang tua
Berbarel-barel jumlahnya
Jangan sampai sarjanamu sia-sia
Kawan,
Kamu tentu tidak akan lupa
Ketika kita masih mahasiswa
Sewaktu suasana menjerat leher kita
Tatkala pendidikan jadi lahan bisnis
dan SPP maba naik berjuta-juta
Dan kita harus terlunta-lunta
Rela akademik jadi tumbal.
Kawan,
Kau tentu tidak akan pernah lupa
Tentang romantika
Kita ketika mahasiswa
hidup yang penuh derita
rakyat yang makin sengsara,
Meski kau telah sarjana
kelak dapat kerja
digaji oleh rakyat.
Kau tentu tidak akan jadi pelupa,
Kawan!
Sungguminasa, Agustus 2005
1 komentar:
Kawan, terima kasih karena puisi ini masih kau simpan. Sebuah kehormatan bagiku karena nasehatmu untukku di saat hari bahagiaku meraih gelar kesarjanaan. Aku tau ini bukan hanya pemanis dan ekpresi romantisme persahabatan tetapi sebuah peringatan keras akan eksistensi idealitas. Hingga detik ini aku masih berusaha untuk menjaga itu, dan semoga di hari mendatang tetap seperti itu. Aku digaji dari uang rakyat dan semoga bisa mengabdi untuk tetes keringat mereka yang aku terima setiap bulan. Aku tau saat ini belum demikian adanya, tetapi aku akan selalu berusaha. sekali lagi terima kasih kawan. Suatu saat aku akan menampilkan review untuk sahabat2 terbaik ku di blog tokonjo. ditunggu ya kawan
Posting Komentar