Kusampaikan rinduku padamu pada malam
Dan malam membalasnya sebagai air mata di atas rerumputan
Kusampaikan salamku padamu pada pohon jati
Dan pohon jati menjelmakannya sebagai ranggas dedaunnya di atas tanah
Kusampaikan rinduku padamu pada air kali
Dan air kali membalasnya sebagai gemuruh isak tangis di antara batu-batu kali
Kusampaikan rinduku padamu pada bayanganmu
Dan bayangmu menjelmakannya sebagai belati yang mengiris perih di hati.
(Tibona, 27 Maret 2005)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Daftar Tulisan
-
Sejak terbit pertama kali pada bulan September 2005 silam, Novel Laskar Pelangi (Tetralogi) yang ditulis oleh Andrea Hirata telah terjual le...
-
“Berikanlah aku kondisi masa kini, maka aku akan dapat menentukan masa depan,” kata seorang ilmuwan matematika sekaligus seorang filsuf: Got...
-
Nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku waktu aku masih kecil dulu bukanlah nama yang kupakai sekarang. Tapi karena saya sering sakit-sak...
-
Namanya Profesor Nelson Tansu, pria kelahiran Medan, dengan usianya yang masih sangat muda, telah menjadi profesor (ketika itu profesor term...
-
Sebuah rasa yang tidak nyaman, yang sulit diurai musababnya kadang-kadang adalah tanda-tanda yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Tanda-tanda ...
-
Kawan yang lagi nyasar di blog ini, pernahkan memerhatikan toolbar apa saja yang mejeng di browser Anda? Coba alihkan beberapa detik perhati...
2 komentar:
dan aku sendiri tidak tahu harus mengeluh kepada siapa...??
bagus mas puisinya terusin aja sekalian di buat aja buku puisi...
Makasih sobat,... Mudah2an bisa. Habis bikin satu puisi saja megap-megap...
Posting Komentar