18 Oktober 2009

Penggal Kisah 1

(Buat : A)

Kita telusuri jalan itu
di suatu malam yang lelah

aku telah menunggu lama sejak kukejutkan kau dengan kedatanganku yang tak kau sangka-sangka.
Dalam gugupmu, kutahu itu, seperti halnya kegugupanku, kau menundanya.

“Berilah aku waktu untuk berpikir”, demikian pintamu.
Lewat pesan elektronik setelah waktu yang kaku kita lewatkan
Ada harapan sekaligus keragu-raguan dalam sejarah waktu sekian menit lalu.

Kita telusuri jalan itu
Di suatu malam yang lelah
Dari ujung ke ujung

Dari manakah energi sebesar itu?

“Oh, begitulah adanya... Bunga itulah sumbernya seperti halnya Nektar bunga-bunga adalah sumber energiku.”, timpal seekor lebah.

Dunia memang begitu indah saat itu
Segalanya berubah menjadi bunga-bunga yang menebarkan aroma-aroma semerbak
Kupu-kupu dan lebah-lebah bernyanyi-nyanyi riang

Di ujung jalan itu, kita berhenti.
Kau masih memainkan waktu. Begitu tak adil.
Hingga akhirnya seekor lebah tiba-tiba menjelma bidadari mahacantik
Membawaku terbang di hamparan permadani bertabur bunga
Semerbak seluruh ruang-ruang
Warna-warni berkilau

“I hope you won’t disappoint me...”, katamu dalam pesan elektronik.

Dan tiba-tiba aku ingin waktu berhenti untuk selamanya di titik ini.

2 komentar:

Syarief mengatakan...

Ada apa dengan kalian? Cukuplah aku yang tidak sempurna

mhomank mengatakan...

Aman ji kawan.... Baik2 saja.

Daftar Tulisan